Penulis : Suparno dan Mohamad Yunus
Penerbit : Universitas Terbuka
Tahun
Terbit : 2007
Cetakan : Kelima belas
ISBN : 979-689-311-8
Tebal : 362 halaman
Modul
1 membahas menulis dan penalaran. Kegiatan belajar 1 membahas tentang menulis
sebagai proses. Pengertian menulis adalah suatu kegiatan penyampaian pesan
(komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Manfaat
menulis yaitu peningkatan kecerdasan, pengembangan daya inisiatif dan
kreatifitas, penumbuhan keberanian, dan pendorong kemauan dan kemampuan
mengumpulkan informasi. Beberapa mitos seputar menulis yaitu menulis itu mudah, kemampuan
menggunakan unsur mekanik tulisan merupakan inti dari menulis.menulis itu harus
sekali jadi, orang yang tidak menyukai dan tidak pernah menulis dapat
mengajarkan menulis. Hubungan menulis dengan keterampilan berbahasa yang lain. Ragam wacana tulis yaitu deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi, dan
persuasi.
Beberapa pendekatan
yang sering muncul dalam pembelajaran menulis menurut Proett dan Gill yaitu
pendekatan frekuensi, pendekatan gramatikal, pendekatan koreksi, dan pendekatan
formal.
Menulis memerlukan
proses yang terjadi dan melibatkan beberapa fase atau tahapan yaitu fase
prapenulisan (persiapan), penulisan (pengembangan isi karangan), dan fase
pascapenulisan (telaah dan revisi atau penyempurnaan tulisan).
Kegiatan belajar 2
pada modul 1 membahas tentang penalaran. Ketika berbahasa termasuk menulis dipengaruhi oleh
cara bernalar. Penalaran perlu pada tulisan yang kita buat agar pembaca
memahami maksud tulisan kita. Penalaran (reasoning)
adalah proses berpikir yang sistematik dan logis untuk memperoleh sebuah
kesimpulan (pengetahuan dan keyakinan). Bahan pengambilan kesimpulan berupa
fakta, informasi, pengalaman, atau pendapat para ahli (otoritas). Penalaran
terbagi dengan dua cara yaitu induktif dan deduktif. Penalaran Induktif adalah
proses berpikir dari hal-hal khusus menuju sesuatu yang umum. Penalaran
induktif dapat dilakukan dengan generalisasi, analogi, dan hubungan klausal
(sebab akibat). Penalaran deduktif adalah proses berpikir dari sesuatu yang
umum menuju hal-hal khusus. Penalaran deduktif dilakukan dengan silogisme atau
entimen sebagai sarana bernalar.
Modul 2 membahas
tentang kalimat efektif. Kegiatan belajar 1 membahas mengenai pilihan kata. Agar
dapat menghasilkan tulisan yang baik dan gagasan yang disampaikan penulis dapat
diterima pembaca harus mampu membuat kalimat efektif untuk tulisannya. Salah
satu kegiatan penulis untuk menghasilkan kalimat efektif adalah memilih kata.Kaidah
dalam memilih kata yaitu kaidah ketepatan dan kaidah kecocokan. Kaidah
ketepatan diukur dari gagasan yang akan disampaikan dan diterima partisipan.
Kaidah kecocokan diukur dari kesesuaian kata dalam konteks maupun luar konteks
kalimat. Kegiatan-kegiatan yang dapat membuat kita terbiasa memilih kata yaitu
mencermati dan melatih menggunakan kata-kata yang bersinonim, membiasakan diri
menggunakan kata-kata secara hemat, dan membiasakan diri menggunakan kata-kata
secara konsisten.
Kegiatan belajar 2 pada modul 2
membahas tentang pengembangan kalimat efektif. Untuk mengembangkan kalimat
efektif perlu memperhatikan persyaratan dan kiat penyusunan kalimat efektif. Persyaratan
kalimat efektif yaitu persyaratan kebenaran struktur dan persyaratan kecocokan
konteks. Kiat penyusunan kalimat efektif yaitu pengulangan, pengendapan,
penyejajaran, pengaturan variasi kalimat.
Modul 3 membicarakan karangan. Kegiatan
belajar 1 membicarakan tentang perancangan karangan. Perancangan karangan
merupakan tahap awal dalam membuat tulisan. Tiga kegiatan yang dilakukan yaitu
penentuan topik karangan, penentuan tujuan penulisan, penyusunan rancangan
karangan. Tiga hal yang diperhatikan dalam penentukan topik karangan yaitu
kemanfaatan, kemenarikan, fisibilitas atau kelayakan dapat dikerjakan. Penentuan
tujuan dapat berbentuk tujuan umum dan tujuan khusus.
Kegiatan belajar 2 pada modul 3
membicarakan tentang pengembangan paragraf. Setelah memiliki persiapan seorang
penulis harus mampu mengembangkan butir gagasan menjadi kalimat efektif. Lalu
kalimat-kalimat tersebut membentuk paragraf yang padu dan mampu mengungkapkan
gagasan yang disampaikan. Agar dapat penyusun paragraf yang baik perlu
memperhatikan persyaratan dan jenis paragraf. Persyaratan paragraf terdiri dari
persyaratan kesatuan, persyaratan pengembangan, persyaratan kepaduan atau
koherensi, serta persyaratan kekompakkan atau kohesi. Jenis-jenis paragraf yaitu
paragraf induktif, paragraf deduktif, dan paragraf kombinasi induktif dan
deduktif. Gagasan pengembang adalah pengembangan dari gagasan dasar yang ada
pada kerangka rancangan karangan. Gagasan pengembang dapat berupa (1) fakta,
(2) contoh, (3) definisi, (4) ilustrasi, (5) penjelasan atau eksplanasi, (6)
rincian spesifik, analogi, sebab dan/atau akibat, atau kombinasi di antara gagasan
pengembangan tersebut.
Kegiatan belajar 3
pada modul 3 membicarakan tentang penyusunan karangan. Penyusunan karangan adalah kegiatan
yang dilakukan untuk menghasilkan karangan atau tulisan. Kegiatan yang ada dalam
penyusunan karangan yaitu tahap penulisan draf awal dan tahap perbaikan atau
penyuntingan draf. Aspek-aspek yang ada dalam perbaikan draf karangan yaitu
aspek isi, aspek bahasa, aspek ejaan dan tanda baca, aspek teknik penulisan.
Modul 4 mulai membahas
dua dari beberapa bentuk karangan yaitu deskripsi dan narasi. Kegiatan belajar 1
berisi penjelasan deskripsi. Deskripsi adalah suatu bentuk karangan yang
melukiskan sesuatu sesuai dengan kegiatan sebenarnya, sehingga pembaca dapat
mencitrai (melihat, mendengar, mencium, dan merasakan) apa yang dilukiskan itu
sesuai dengan keadaan penulisnya. Deskripsi bermaksud menyampaikan kesan-kesan
pada pembaca. Ada tiga alternatif pendekatan dalam membuat deskripsi yaitu
pendekatan ekpositoris, pendekatan impresionistik, dan pendekatan menurut sikap
pengarang.Macam-macam deskripsi yaitu karangan deskripsi orang dan
tempat.Hal-hal yang layak untuk dideskripsikan dari seeorang yaitu deskripsi
keadaan fisik, deskripsi keadaan sekitar, deskrpsi watak atau tingkah
perbuatan, deskripsi gagasan-gagasan tokoh. Hal-hal yang layak untuk
dideskripsikan dari tempat yaitu menyebutkan apa saja yang dilihat, menyebutkan
kesan umum yang diikuti oleh perincian yang paling menarik perhatian.
Kegiatan belajar 2
dalam modul 4 berisi tentang narasi.Narasi adalah karangan yang berusaha
menyampaikan serangkaian kejadian menurut urutan terjadinya (kronologis),
dengan maksud memberi arti kepada sebuah atau serentetan kejadian, sehingga
pembaca dapat memetik hikmah dari cerita itu.Tujuan karangan narasi yaitu (1)
hendak memberikan informasi atau memberi wawasan dan memperluas pengetahuan
pembaca, dan (2) hendak memberikan pengalaman estetis kepada pembaca.Jenis
karangan narasi yaitu narasi informasional atau ekspositoris dan narasi artistik
atau narasi sugestif. Narasi informal digunakan untuk karangan faktual seperti
biografi, autobiografi, sejarah, atau proses dan cara melakukan suatu hal. Karangan narasi artistik digunakan untuk karangan imajinatif seperti cerpen,
novel, roman, dan drama. Prinsip-prinsip dasar narasi adalah tumpuan berpikir
bagi terbentuknya karangan narasi yang terdiri dari alur, penokohan, latar,
titik pandang, dan pemilihan detail peristiwa. Langkah-langkah dalam menulis
karangan narasi adalah (1) menentukan tema dan amanat yang akan disampaikan,
(2) menentukan sasaran pembaca, (3) merancang peristiwa-peristiwa utama yang
akan ditampilkan, (4) membagi peristiwa utama ke dalam bagian awal,
perkembangan, dan akhir cerita, (5) merinci peristiwa-peristiwa dalam detail-detail
peristiwa, (6) menyusun tokoh dan perwatakan, serta latar dan sudut pandang.
Modul 5 membahas
tentang karangan lain yaitu eksposisi, argumentasi, dan persuasi. Kegiatan
belajar 1 berisi tentang ekposisi. Eksposisi adalah karangan yang bertujuan
untuk memberitahu, mengupas, menguraikan, atau menerangkan sesuatu. Hal yang
dapar diuraikan berupa data faktual, analisis atau penafsiran, fakta tentang
seseorang yang ahli. Langkah-langkah penyusnan eksposisi yaitu menentukan topik
karangan, menentukan tujuan penulisan, merencanakan paparan dengan kerangka
yang tersusun baik. Teknik pengembangan eksposisi adalah teknik identifikasi,
teknik perbandingan, teknik ilustrasi, teknik klasifikasi, teknik definisi, dan
teknik analisis.
Kegiatan 2 pada modul 5 berisi
tentang argumentasi dan persuasi. Karangan argumentasi adalah karangan yang
terdiri atas paparan alasan dan penyintesisan pendapat untuk membangun suatu
kesimpulan. Karakteristik karangan argumentasi selalu terdapat alas an ataupun
bantahan yang memperkuat ataupun menolak sesuatu secara sedemikian rupa untuk
mempengatuhi keyakinan pembaca sehingga berpihak kepada atau sependapat pada
penulis. Teknik pengembangan karangan argumentasi yaitu dengan teknik induktif
dan teknik deduktif. Teknik induktif adalah penyusunan argumentasi yang
dilakukan dengan mengemukakan lebih dahulu bukti-bukti yang berkaitan dengan topik
kemudian diambil sebuah kesimpulan yang bersifat umum. Teknik deduktif adalah
penyusunan argumentasi yang dilakukan dengan suatu kesimpulan umum yang
kemudian disusul uraian mengenai hal-hal yang khusus. Karangan persuasi adalah
karangan yang berisi paparan berdaya-bujuk, berdaya-ajuk, ataupun berdaya
himbau yang dapat membangkitkan ketergiuran pembaca untuk meyakini dan menuruti
himbauan implisit maupun eksplisit yang dilontarkan oleh penulis. Alat
pengengembangan karangan persuasi adalah bahasa, nada, detail, pengaturan
(organisasi), dan kewenangan.
Modul 6 berisi tentang
surat menyurat dinas. Kegiatan belajar 1 membahas mengenai seluk-beluk surat.
Surat dinas adalah salah satu alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan suatu
pesan dari seseorang, pihak, organisasi, atau instansi kepada orang, pihak,
organisasi, atau instansi lain menyangkut kepentingan tugas atau dinas.
Ciri-ciri surat dinas yaitu (1) menggunakan instrumen yang sesuai, (2) memakai
bentuk surat yang standar, (3) menggunakan bahasa Indonesia baku dengan
penyampaian singkat, lugas, jelas dan santun serta menyajikan fakta yang benar,
(4) menghindari kata-kata dan singkatan yang tidak umum, dan (5) memperhatikan kerapian
dan kebersihan surat. Jenis-jenis surat dibedakan menurut kepentingan dan
pengirimnya, isi, sifatnya, banyaknya sasaran, tingkat kepentingan
penyelesaiannya, wujudnya, serta ruang lingkup sasarannya. Berdasarkan
kepentingannya surat dikelompokkan menjadi surat pribadi, surat dinas
pemerintah, surat niaga, surat sosial. Berdasarkan isinya surat dikelompokkan
menjadi surat pemberitahuan, surat keputusan, surat perintah, surat permintaan,
surat panggilan, sirat peringatan, surat perjanjian, surat laporan, surat
pengantar, surat penawaran, surat pemesanan, surat undangan, dan surat lamaran
pekerjaan. Berdasarkan sifatnya surat dapat diklasifikasikan menjadi surat
biasa, surat konfidensial (terbatas), surat rahasia. Berdasarkan banyaknya
sasaran dikelompokkan menjadi surat biasa, surat edaran, dan surat pengumuman.
Berdasarkan tingkat kepentingan penyelesaiannya, surat terbagi atas surat
biasa, surat kilat, dan surat kilat khusus. Berdasarkan wujudnya terbagi atas
surat bersampul, kartu pos, warkat pos, telegram, teleks atau fakismile, serta
memo dan nota. Berdasarkan ruang lingkup sasarannya terbagi atas surat intern
dan surat ekstern. Bahasa yang digunakan dalam surat resmi yaitu jelas, lugas
dan singkat, santun, dan resmi. Bentuk surat terdiri atas (1) bentuk lurus
penuh (full block style), (2) bentuk
lurus (blockstyle), (3) bentuk takluk
(indented style), (4) bentuk paragraf
menggantung (Hanging Paragraph Style),
(5) bentuk setengah lurus (semi block
style). Bentuk yang banyak dipakai di Indonesia adalah bentuk setengah
lurus yang sering disebut bentuk resmi
surat Indonesia. Bentuk resmi surat Indonesia terdiri atas bentuk surat
resmi Indonesia lama dan bentuk surat resmi Indonesia baru.
Kegiatan belajar 2 pada modul 6 berisi
tentang menulis surat. Suat resmi memiliki kekhasan yang terletak pada
bagian-bagiannya. Bagian-bagian surat dinas/resmi yang lengkap terdiri atas
kepala surat, nomor surat, lampiran, hal atau perihal, waktu pembuatan surat
(tanggal,bulan, tahun), alamat dalam surat, salam pembuka, isi atau tubuh
surat, salam penutup, organisasi atau jabatan penulis surat, tanda tangan, nama
terang, NIP bagi pegawai pemerintah, cap dinas atau cap jabatan, tembusan dan
inisial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar