Senin, 07 Maret 2016

Puisi



Hilang Ditelan Zaman

Melompat saat tali hampir mengecup kaki-kaki mungil
Berburu benda bundar di tanah lapang
Bersembunyi dari perburuan kawan
Eceng gondok dan daun singkong disulap jadi makanan restoran
Layang-layang layaknya pesawat terbang
Seharian terik menembus kulit
Dan hujan tak kunjung berhenti
Tubuh penuh lumpur
Sabda ibunda tak pernah dihiraukan
Seakan esok tak kan ada lagi
Riuh suaranya selalu jadi latar suara kompleks saat senja menyapa
Tapi sekarang kompleks seakan kuburan
Dengan gadget dalam genggaman
Tak ada lagi riuh anak-anak di ujung jalan
Hilang ditelan zaman


Tidak ada komentar:

Posting Komentar